Nama Dosen : Lely Prananingrum
Nama Kelompok :
Bima Prasetya Adi
Pratama (52414176)
Dede Kusuma
(52414614)
M. Gusti Maulana Z
(56414235)
Fadel Alfarabi
Yuza (53414729)
Pendahuluan
Perkembangan teknologi di era ini menggunakan konsep –
konsep seperti social networking, open, share, colaborations, mobile, easy
maintenance, one click, terdistribusi, scalability, concurency, dan transparan.
Sampai saat ini trend teknologi Cloud Computing masih terus diteliti dalam
penelitian – penelitian para pakar IT dunia. Dengan berbagai kelebihan dan
kekurangan, Cloud Computing hadir dengan memudahkan akses data dari mana saja
dan kapan saja, karena dengan memanfaatkan internet dan menggunakan perangkat
fixed atau mobile device menggunakan internet cloud sebagai tempat penyimpanan
data, aplikasi dan lainya. Teknologi ini akan memberikan banyak keuntungan baik
dari sisi pemberi layanan (provider) atau dari sisi user. Penerapan teknologi ini
memberikan dampak yang sangat signifikan bagi pengembangan teknologi itu
sendiri, baik dari sisi pengguna maupun dari sisi industri.
Pengguna diuntungkan dengan semakin mudahnya memperoleh atau
mengunduh data secara cepat dan mudah karena banyak layanan yang dibuka oleh
pihak industri. Keuntungan bagi pihak industri pun tidak kalah besar dengan
kemudahan yang didapat oleh pengguna, karena dengan semakin majunya teknologi
cloud computing akan semakin memudahkan industri untuk memasarkan produk dan
menyebarkan informasi secara meluas keseluruh penjuru dunia. Secara umum,
definisi cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan
teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan
berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau
aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama,
tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.
Teknologi komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan
sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola
data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk
menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses
data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.
Manfaat Cloud Computing Serta Penerapan Dalam Kehidupan
Sehari – hari
Setelah penjabaran definisi singkat diatas tentu penggunaan
teknologi dengan sistem cloud cukup memudahkan pengguna selain dalam hal
efisiensi data, juga penghematan biaya. Berikut manfaat manfaat yang dapat
dipetik lewat teknologi berbasis sistem cloud.
1. Semua Data
Tersimpan di Server Secara Terpusat
Salah satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan
pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan
layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri.
Selain itu, pengguna juga tak perlu repot repot lagi menyediakan infrastruktur
seperti data center, media penyimpanan/storage dll karena semua telah tersedia
secara virtual.
2. Keamanan
Data
Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat
server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan
platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dll.
3.
Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi
Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan
data akses, kapan dan dimanapun kita berada dengan catatan bahwa pengguna
(user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah
meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli
peralatan tambahan seperti hardisk. Bahkan salah satu praktisi IT kenamaan
dunia, mendiang Steve Jobs mengatakan bahwa membeli memori fisik untuk
menyimpan data seperti hardisk merupakan hal yang percuma jika kita dapat
menyimpan nya secara virtual/melalui internet.
4. Investasi
Jangka Panjang
Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti
infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan
biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah
disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi
software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat komputasi
berbasis Cloud.
Penerapan Cloud Computing telah dilakukan oleh beberapa
perusahaan IT ternama dunia seperti Google lewat aplikasi Google Drive, IBM
lewat Blue Cord Initiative, Microsoft melalui sistem operasi nya yang berbasis
Cloud Computing, Windows Azure dsb. Di kancah nasional sendiri penerapan
teknologi Cloud juga dapat dilihat melalui penggunaan Point of Sale/program
kasir.
Salah satu perusahaan yang mengembangkan produknya berbasis
dengan sistem Cloud adalah DealPOS. Metode kerja Point of Sale (POS) ini adalah
dengan mendistribusikan data penjualan toko retail yang telah diinput oleh
kasir ke pemilik toko retail melalui internet dimanapun pemilik toko
berada. Selain itu, perusahaan
telekomunikasi ternama nasional, Telkom juga turut mengembangkan sistem
komputasi berbasis Cloud ini melalui Telkom Cloud dengan program Telkom VPS dan
Telkom Collaboration yang diarahkan untuk pelanggan UKM (Usaha Kecil-Menengah).
Cara Kerja Sistem Cloud Computing

Sistem Cloud bekerja menggunakan internet sebagai server
dalam mengolah data. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk login ke internet
yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa
melakukan instalasi. Infrastruktur seperti media penyimpanan data dan juga
instruksi/perintah dari pengguna disimpan secara virtual melalui jaringan
internet kemudian perintah – perintah tersebut dilanjutkan ke server aplikasi.
Setelah perintah diterima di server aplikasi kemudian data diproses dan pada
proses final pengguna akan disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui
sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya sehingga konsumen dapat
merasakan manfaatnya.
Contohnya lewat penggunaan email seperti Yahoo ataupun
Gmail. Data di beberapa server diintegrasikan secara global tanpa harus
mendownload software untuk menggunakannya. Pengguna hanya memerlukan koneksi
internet dan semua data dikelola langsung oleh Yahoo dan juga Google. Software
dan juga memori atas data pengguna tidak berada di komputer tetapi terintegrasi
secara langsung melalui sistem Cloud menggunakan komputer yang terhubung ke
internet.
Kekurangan Cloud Computing:
Hal yang paling wajib dalam cloud computing adalah koneksi
internet, internet bisa dibilang jalan satu – satunya untuk menuju ke cloud
computing, ketika tidak ada koneksi internet ditempat kita berada, maka jangan
harap bisa menggunakan sistem cloud computing. Hal ini masih menjadi hambatan
khususnya bagi Indonesia, karena belum semua wilayah di tanah air terjangkau oleh
akses internet, ditambah lagi sekalipun ada koneksi internet, koneksinya belum
stabil dan kurang memadai. Kerahasiaan dan keamanan adalah salah satu hal yang
paling diragukan pada komputasi awan. Karena dengan menggunakan sistem cloud
computing ini berarti kita mempercayakan sepenuhnya atas keamanan dan
kerahasiaan data – data kepada perusahaan penyedia server komputasi awan (cloud
computing). Contoh yang paling sederhana adalah ketika anda menyimpan foto –
foto anda di facebook dengan beberapa konfigurasi privasi yang diberikan kepada
kita, maka selebihya kita mempercayakan keamanan file – file tersebut kepada
facebook. Andaikata foto – foto tersebut hilang kita tidak bisa menuntut karena
kita memanfaatkan jasa tersebut secara cuma – cuma alias gratis.
Pengertian Grid Computing
Komputasi Grid adalah penggunaan sumber daya yang melibatkan
banyak komputer yang terdistribusi dan terpisah secara geografis untuk
memecahkan persoalan komputasi dalam skala besar.
Grid computing merupakan cabang dari distributed computing.
Grid komputer memiliki perbedaan yang lebih menonjol dan di terapakan pada sisi
infrastruktur dari penyelesaian suatu proses. Grid computing adalah suatu
bentuk cluster (gabungan) komputer-komputer yang cenderung tak terikat batasan
geografi. Di sisi lain, cluster selalu diimplementasikan dalam satu tempat
dengan menggabungkan banyak komputer lewat jaringan.
Ide awal komputasi grid dimulai dengan adanya distributed
computing, yaitu mempelajari penggunaan komputer terkoordinasi yang secara
fisik terpisah atau terdistribusi. Sistem terdistribusi membutuhkan aplikasi
yang berbeda dengan sistem terpusat. Kemudian berkembang lagi menjadi parallel
computing yang merupakan teknik komputasi secara bersamaan dengan memanfaatkan
beberapa komputer secara bersamaan.
Grid computing menawarkan solusi komputasi yang murah, yaitu
dengan memanfaatkan sumber daya yang tersebar dan heterogen serta pengaksesan
yang mudah dari mana saja. Globus Toolkit adalah sekumpulan perangkat lunak dan
pustaka pembuatan lingkungan komputasi grid yang bersifat open-source. Dengan
adanya lingkungan komputasi grid ini diharapkan mempermudah dan mengoptimalkan
eksekusi program-program yang menggunakan pustaka paralel. Dan Indonesia sudah
menggunakan sistem Grid dan diberi nama InGrid (Inherent Grid). Sistem
komputasi grid mulai beroperasi pada bulam Maret 2007 dan terus dikembangkan
sampai saat ini. InGrid ini menghubungkan beberapa perguruan tinggi negeri dan
swasta yang tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa instansi pemerintahan
seperti Badan Meteorologi dan Geofisika.
Konsep Grid Computing
Beberapa konsep dasar dari grid computing:
1. Sumber daya
dikelola dan dikendalikan secara lokal.
2. Sumber daya
berbeda dapat mempunyai kebijakan dan mekanisme berbeda, mencakup Sumber daya
komputasi dikelola oleh sistem batch berbeda, Sistem storage berbeda pada node
berbeda, Kebijakan berbeda dipercayakan kepada user yang sama pada sumber daya
berbeda pada Grid.
3. Sifat alami
dinamis: Sumber daya dan pengguna dapat sering berubah
4. Lingkungan
kolaboratif bagi e-community (komunitas elektronik, di internet)
5. Tiga hal yang
di-,sharing dalam sebuah sistem grid, antara lain : Resource, Network dan
Proses. Kegunaan / layanan dari sistem grid sendiri adalah untuk melakukan high
throughput computing dibidang penelitian, ataupun proses komputasi lain yang
memerlukan banyak resource komputer.
Cara Kerja Grid Computing
Menurut tulisan singkat oleh Ian Foster ada check-list yang
dapat digunakan untuk mengidentifikasi bahwa suatu sistem melakukan komputasi
grid yaitu:

1. Sistem
tersebut melakukan koordinasi terhadap sumberdaya komputasi yang tidak berada
dibawah suatu kendali terpusat. Seandainya sumber daya yang digunakan berada
dalam satu cakupan domain administratif, maka komputasi tersebut belum dapat
dikatakan komputasi grid.
2. Sistem
tersebut menggunakan standard dan protokol yang bersifat terbuka (tidak terpaut
pada suatu implementasi atau produk tertentu). Komputasi grid disusun dari
kesepakatan-kesepakatan terhadap masalah yang fundamental, dibutuhkan untuk
mewujudkan komputasi bersama dalam skala besar. Kesepakatan dan standar yang
dibutuhkan adalah dalam bidang autentikasi, otorisasi, pencarian sumberdaya,
dan akses terhadap sumber daya.
3. Sistem
tersebut berusaha untuk mencapai kualitas layanan yang canggih, (nontrivial
quality of service) yang jauh diatas kualitas layanan komponen individu dari
komputasi grid tersebut.
Kelebihan dan Kekurangan Grid Computing
Penggunaan Grid Computing System untuk perusahaan-perusahaan
akan banyak memberikan manfaat, baik manfaat secara langsung maupun tidak
langsung. Beberapa manfaat tersebut antara lain :
1. Grid computing
menjanjikan peningkatan utilitas, dan fleksibilitas yang lebih besar untuk
sumberdaya infrastruktur, aplikasi dan informasi. Dan juga menjanjikan
peningkatan produktivitas kerja perusahaan.
2. Grid computing
bisa memberi penghematan uang, baik dari sisi investasi modal maupun operating
cost–nya.
Dan beberapa hambatan yang dialami oleh masyarakat Indonesia
dalam mengaplikasikan teknologi grid computing adalah sebagai berikut :
1. Manajemen
institusi yang terlalu birokratis menyebabkan mereka enggan untuk merelakan
fasilitas yang dimiliki untuk digunakan secara bersama agar mendapatkan manfaat
yang lebih besar bagi masyarakat luas.
2. Masih
sedikitnya Sumber Daya Manusia yang kompeten dalam mengelola grid computing.
Contonhya kurangnya pengetahuan yang mencukupi bagi teknisi IT maupun user non
teknisi mengenai manfaat dari grid computing itu sendiri.
Contoh Grid Computing
· Scientific
Simulation
Komputasi grid diimplementasikan di bidang fisika, kimia,
dan biologi untuk melakukan simulasi terhadap proses yang kompleks.
· Medical
Images
Penggunaan data grid dan komputasi grid untuk menyimpan
medical-image. Contohnya adalah eDiaMoND project.
·
Computer-Aided Drug Discovery (CADD)
Komputasi grid digunakan untuk membantu penemuan obat. Salah
satu contohnya adalah: Molecular Modeling Laboratory (MML) di University of
North Carolina (UNC).
· Big Science
Data grid dan komputasi grid digunakan untuk membantu proyek
laboratorium yang disponsori oleh pemerintah Contohnya terdapat di DEISA.
· E-Learning
Komputasi grid membantu membangun infrastruktur untuk
memenuhi kebutuhan dalam pertukaran informasi dibidang pendidikan. Contohnya
adalah AccessGrid.
Referensi
http://deynarkhairunnisa.blogspot.co.id/2015/10/pengantar-komputasi-grid.html
http://febbri-grunge.blogspot.co.id/2015/06/komputasi-grid-grid-computing.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_grid
VIRTUALISASI CLOUD COMPUTING

Komputasi awan (cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan
teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’).
Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering
digambarkan di diagram jaringan komputer. Dalam ilmu komputer, virtualisasi
(virtualization) adalah istilah umum yang mengacu kepada abstraksi dari sumber
daya komputer. Definisi lainnya adalah “sebuah teknik untuk menyembunyikan
karakteristik fisik dari sumber daya komputer dari bagaimana cara sistem lain,
aplikasi atau pengguna berinteraksi dengan sumber daya tersebut. Hal ini
termasuk membuat sebuah sumber daya tunggal (seperti server, sebuah sistem
operasi, sebuah aplikasi, atau peralatan penyimpanan terlihat berfungsi sebagai
beberapa sumber daya logikal; atau dapat juga termasuk definisi untuk membuat
beberapa sumber daya fisik (seperti beberapa peralatan penyimpanan atau server)
terlihat sebagai satu sumber daya logikal.
Virtualisasi adalah teknik yang memungkinkan untuk berbagi
contoh fisik tunggal dari aplikasi atau sumber daya di antara beberapa
organisasi atau penyewa (pelanggan). Ia melakukannya dengan menetapkan nama
logis untuk sumber daya fisik dan menyediakan pointer ke sumber daya fisik pada
permintaan.
· virtualisasi
Concept
Menciptakan mesin virtual atas sistem operasi yang ada dan
hardware disebut sebagai Hardware Virtualization. Mesin Virtual menyediakan
lingkungan yang logis dipisahkan dari hardware.
Mesin yang mesin virtual buat dikenal sebagai mesin host dan
mesin virtual disebut sebagai mesin tamu. Mesin virtual ini dikelola oleh
perangkat lunak atau firmware, yang dikenal sebagai hypervisor.
· hypervisor
Hypervisor adalah program firmware atau tingkat rendah yang
bertindak sebagai Virtual Machine Manager. Ada dua jenis hypervisor:
Tipe 1 hypervisor mengeksekusi pada sistem telanjang.
LynxSecure, RTS Hypervisor, Oracle VM, Sun xVM Server, VirtualLogic VLX adalah
contoh dari Tipe 1 hypervisor. Diagram berikut menunjukkan tipe 1 hypervisor.
The type1 hypervisor tidak memiliki sistem operasi host
karena mereka diinstal pada sistem telanjang.

Tipe 2 hypervisor adalah antarmuka software yang mengemulasi
perangkat dengan yang sistem biasanya berinteraksi. Kontainer, KVM, Microsoft
Hyper V, VMWare Fusion, Virtual Server 2005 R2, Windows Virtual PC dan VMWare
workstation 6,0 adalah contoh dari tipe 2 hypervisor. Diagram berikut
menunjukkan tipe 2 hypervisor. The type1
hypervisor tidak memiliki sistem operasi host karena mereka diinstal pada
sistem telanjang.

Tipe 2 hypervisor adalah antarmuka software yang mengemulasi
perangkat dengan yang sistem biasanya berinteraksi. Kontainer, KVM, Microsoft
Hyper V, VMWare Fusion, Virtual Server 2005 R2, Windows Virtual PC dan VMWare
workstation 6,0 adalah contoh dari tipe 2 hypervisor. Diagram berikut
menunjukkan tipe 2 hypervisor. type2 Hypervisor
Jenis Hardware Virtualisasi
Berikut adalah tiga jenis virtualisasi hardware:
· Virtualisasi
penuh
· Emulation
Virtualisasi
·
Paravirtualization
Virtualisasi penuh

Dalam virtualisasi penuh, hardware benar-benar
disimulasikan. perangkat lunak tamu tidak memerlukan modifikasi untuk
menjalankan. Virtualisasi penuh
Emulation Virtualisasi

Dalam Emulation, mesin virtual mensimulasikan hardware dan
karenanya menjadi independen itu. Dalam hal ini, sistem operasi tamu tidak
memerlukan modifikasi.
Paravirtualization

Dalam Paravirtualization, hardware tidak disimulasikan.
Perangkat lunak tamu menjalankan domain terisolasi mereka sendiri.
VMware vSphere sangat berkembang infrastruktur yang
menawarkan kerangka infrastruktur manajemen untuk virtualisasi. Virtualizes
sistem, penyimpanan dan perangkat keras jaringan.
Distributed Computation dalam CLOUD COMPUTING
Distributed
computing merupakan bidang ilmu komputer yang mempelajari sistem
terdistribusi.Sebuah sistem terdistribusi terdiri dari beberapa komputer otonom
yang berkomunikasi melalui jaringan komputer. Komputer yang saling berinteraksi
untuk mencapai tujuan bersama. Suatu program komputer yang berjalan dalam
sistem terdistribusi disebut program didistribusikan, dan didistribusikan
pemrograman adalah proses menulis program tersebut. Distributed computing juga
mengacu pada penggunaan sistem terdistribusi untuk memecahkan masalah
komputasi. Dalam distributed computing, masalah dibagi menjadi banyak tugas,
masing-masing yang diselesaikan oleh satu komputer.
Gambar diatas adalah sebuah model layanan
berbasis Internet untuk menampung sumber daya sebuah perusahaan. Artinya sebuah
perusahaan tak perlu lagi memiliki atau mendirikan infrastruktur lantaran sudah
ada perusahaan lain yang menyediakan “penampung” di cloud alias Internet. Sebuah
perusahaan tak perlu lagi mengalokasikan anggaran untuk pembelian dan perawatan
infrastruktur dan software. Perusahaan pun tak perlu memiliki pengetahuan serta
merekrut tenaga pakar dan tenaga pengontrol infrastruktur di “cloud” yang
mendukung mereka. Perusahaan yang menyediakan layanan semacam ini adalah
Google, Microsoft, Zoho, Amazon, dan SalesForce.
Keuntungan Cloud Computing
1.
Penghematan biaya
manajemen, vendor yang melakukan maintain dari infrastruktur (pembelian,
maintenance, etc) , perusahaan dapat membebaskan resource mereka untuk kegiatan
lainnya
2.
Dapat diakses dari
mana saja selama ada web browser dan internet (bahkan dari mobile phone)
3.
Dapat
berkolaborasi dan bekerja pada dokumen yang sama (sharing document)
4.
Migrasi data
publik ke server cloud memungkinkan pemisahan dengan data sensitive
5.
Karena adanya
berbagi resources, utilisasi server akan meningkat sehingga menghemat kebutuhan
listrik
Kerugian Cloud Computing
1.
Service level
Cloud provider
mungkin tidak akan konsisten dengan performance dari application atau
transaksi. vMengharuskan anda untuk memahami service level mengenai transaction
response time, data protection dan kecepatan data recovery.
2.
Privacy
Karena orang lain
/ perusahaan lain juga melakukan hosting kemungkinan data anda akan keluar atau
di baca oleh pemerintah U.S. dapat terjadi tampa sepengetahuan anda atau
approve dari anda.
3.
Compliance
Cloud service
provider diharapkan dapat menyamakan level compliance untuk penyimpanan data
didalam cloud
4.
Data ownership
Apakah data anda
masih menjadi milik anda begitu data tersebut tersimpan didalam cloud? Mungkin
pertanyaan ini sedikit aneh, namun anda perlu mengetahui seperti hal nya yang
terjadi pada Facebook yang mencoba untuk merubah terms of use aggrement nya
yang mempertanyakan hal ini.